Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 8. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Januari 2019

Tonsilitis

Apa itu amandel (tonsilitis)?

Tonsilitis atau sering disebut radang amandel adalah pembengkakan dan peradangan pada amandel, yang biasanya disebabkan oleh infeksi.

Seberapa umumkah amandel (tonsilitis)?

Kondisi ini umum terjadi pada jutaan individu setiap tahunnya. Walau menimbulkan rasa yang tidak nyaman, tonsilitis jarang merupakan penyakit yang serius. Radang amandel dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun, namun paling banyak ditemui pada anak-anak kecil hingga remaja. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala amandel (tonsilitis)?

Gejala umum dari tonsilitis adalah:
  • Radang tenggorokan
  • Kesulitan atau sakit saat menelan
  • Suara yang serak
  • Batuk
  • Napas bau
  • Kehilangan napsu makan
  • Sakit kepala
  • Leher kaku
  • Nyeri pada rahang dan leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening
  • Amandel yang tampak berwarna merah dan bengkak
  • Amandel yang memiliki bercak putih atau kuning
  • Kesulitan membuka mulut
  • Kelelahan.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Demam di atas 39.5°C
  • Kelemahan otot
  • Leher kaku
  • Sakit atau kesulitan saat menelan
  • Tidak dapat membuka mulut
  • Kesulitan bernapas
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab amandel (tonsilitis)?

Infeksi bakteri seperti streptococcus adalah salah satu penyebab utama radang amandel. Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), diperkirakan 15-30% kasus tonsilitis disebabkan oleh bakteri.
Infeksi virus seperti Epstein-Barr, herpes, influenza, dan enterovirus juga merupakan penyebab paling umum dari tonsilitis.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk amandel (tonsilitis)?

Faktor-faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap radang amandel meliputi:
  • Usia yang muda: tonsilitis yang disebabkan oleh bakteri paling umum terjadi pada anak-anak berusia 5-15 tahun.
  • Paparan terhadap kuman: anak-anak usia sekolah sering memiliki kontak yang dekat dengan teman-teman, mengekspos mereka dengan berbagai virus dan bakteri.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis amandel (tonsilitis)?

Untuk menentukan penyebab, dokter dapat melakukan rapid strep test atau throat swab culture dengan menyeka dengan lembut bagian belakang tenggorokan Anda. Tes darah juga dapat digunakan untuk bukti pendukung.

Bagaimana cara mengobati amandel (tonsilitis)?

Kasus tonsilitis yang ringan tidak memerlukan pertolongan medis. Namun, jika kasus yang terjadi parah, Anda perlu melakukan perawatan berikut:

  • Antibiotik: Diberikan apabila infeksi bakteri merupakan penyebab tonsilitis. Gejala akan membaik dalam beberapa hari penggunaan antibiotik. Penting untuk menghabiskan dosis untuk mencegah kambuhnya kondisi atau resistensi antibiotik.

  • Operasi: Operasi amandel dilakukan untuk mengangkat amandel yang terinfeksi apabila kondisi Anda kronis, berulang, dan tidak merespon terhadap perawatan serta menyebabkan komplikasi.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi amandel (tonsilitis)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi radang amandel:
  • Minum banyak cairan
  • Istirahat yang cukup
  • Kumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari
  • Makan pelega tenggorokan (lozenges)
  • Gunakan humidifier untuk melembabkan udara di ruangan
  • Hindari asap

Kanker Paru-paru

Kanker Paru-paru

Jenis kanker satu ini memang terbilang paling umum dan terbagi menjadi 2, yakni kanker paru-paru primer maupun sekunder. Pada kategori primer, ini artinya asal kanker adalah dari paru-paru itu sendiri. Sementara sekunder menandakan bahwa asal kanker adalah dari penyebaran kanker lain.
Faktor Pemicu
  • Merokok
  • Pajanan radiasi.
  • Jenis pekerjaan yang membuat kita mengalami pajanan senyawa kimia.
  • Polusi udara.
Gejala
  • Suara serak.
  • Batuk hebat dan terjadi terus-terusan.
  • Sakit kepala.
  • Dahak berubah warna dan berdarah.
  • Kelelahan
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Berat badan turun.
  • Napas pendek.
  • Wajah dan leher bengkak.
Pengobatan
Tingkat dari seberapa luas kanker sudah menyebarlah yang dapat menjadi penentu jenis pengobatan. Operasi untuk mengangkat kanker adalah yang paling utama sebelum sel kanker menyebar luas. Radioterapi adalah proses pengobatan selanjutnya, sel kanker akan dihancurkan melalui proses tersebut.
Pencegahan
  • Berhenti merokok dan jangan coba-coba mulai merokok.
  • Berolahraga agar paru-paru sehat.
  • Pola makan diatur dengan baik dengan nutrisi seimbang.


Sumber : https://halosehat.com/tips-kesehatan/kesehatan-paru-paru/gangguan-pada-sistem-pernapasan

TBC (Tuberkulosis)

TBC (Tuberkulosis)

Jenis gangguan pernapasan ini termasuk berbahaya dan merupakan penyakit menular. Setelah HIV, ini adalah masalah kesehatan terbesar berikutnya di dunia.
Faktor Pemicu
  • Bakteri yang bernama mycobacterium tuberculosis.
  • Daya tahan tubuh lemah.
  • Malnutrisi
  • Merokok
  • Mengonsumsi narkoba.
  • Berhubungan dengan penderita TBC (biasanya staf medis).
Gejala
  • Batuk yang kadang juga disertai darah. (Baca juga: gejala batuk tbc)
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Kelelahan
  • Demam
  • Menurunnya berat badan.
Pengobatan
Pada umumnya vaksin BCG, kemudian latent tuberculosis, dan juga antibiotik adalah jenis pengobatan yang perlu diberikan. Antibiotik pun paling tidak harus dikonsumsi selama 6 bulan tanpa boleh putus.
Pencegahan
Vaksin BCG adalah satu-satunya pencegahan ampuh. Vaksin ini wajib untuk diberikan pada bayi yang usianya belum mencapai 3 bulan. Remaja dan orang dewasa masih bisa menerimanya, tapi efektivitasnya tidak sebesar ketika diberikan semasa bayi.

Sumber : https://halosehat.com/tips-kesehatan/kesehatan-paru-paru/gangguan-pada-sistem-pernapasan

Pneumonia

Pneumonia

Ini adalah sebuah gangguan pada sistem pernapasan yang juga disebut sebagai paru-paru basah. Radang terjadi di jaringan salah satu atau kedua paru. Biasanya infeksilah yang menyebabkan kondisi ini. Pembengkakan dan penumpukan cairan terjadi di saluran pernapasan bagian kantong-kantong udara kecil pada ujung saluran pernapasan.
Faktor Pemicu
Pneumonia memang bisa terjadi akibat serangan berbagai virus dan bakteri, namun yang menjadi penyebab utama adalah streptococcus pneumoniae. Bakteri tersebut merupakan bakteri yang juga menyebabkan meningitis.
Gejala
  • Sulit bernapas.
  • Mengalami demam.
  • Batuk-batuk
Pengobatan
Antibiotik lagi-lagi menjadi obat yang dokter akan resepkan sebagai solusi. Banyak minum dan banyak istirahat juga akan mempercepat proses kesembuhan.
Pencegahan
  • Menjalankan pola hidup benar dan sehat.
  • Tak merokok.
  • Vaksin PCV.
  • Vaksin influenza.
  • Menjaga kebersihan.


Sumber : https://halosehat.com/tips-kesehatan/kesehatan-paru-paru/gangguan-pada-sistem-pernapasan

Influenza

Flu atau Influenza

Jenis penyakit ringan ini pasti pernah dialami siapapun. Kondisi ini termasuk dalam gangguan pernapasan karena saluran pernapasanlah yang terserang oleh infeksi virus.
Faktor Pemicu
Virus adalah pemicu utama dari flu dan proses penyebarannya pun terbilang cepat dan mudah. Lewat udara ketika pengidap flu batuk atau bersih bisa menulari yang lainnya.
Gejala
  • Tenggorokan sakit.
  • Selera makan hilang.
  • Pegal
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Kadang disertai demam.
Pengobatan
Ibuprofen maupun parasetamol akan bekerja secara efektif untuk mengurangi rasa pegal sekaligus menurunkan demam. Selain itu, penderita dapat mengobati dengan makan buah serta sayur, serta minum banyak air putih supaya cairan tubuh tak hilang.
Pencegahan
  • Menjaga kadar cairan tubuh.
  • Berolahraga
  • Cukup istirahat.
  • Memenuhi asupan gizi seimbang.
  • Menjaga kebersihan diri.
  • Menghindari penderita flu.

Sumber : https://halosehat.com/tips-kesehatan/kesehatan-paru-paru/gangguan-pada-sistem-pernapasan

Faringitis

2. Faringitis

Kondisi medis satu ini adalah peradangan yang menyerang bagian faring; faring sendiri terletak di belakang tenggorokan kita. Pada umumnya, gangguan pada sistem pernafasan ini terjadi pada faring akan membuat kita merasa sakit saat menelan. Kondisi ini biasanya kita anggap dan sebut sebagai sakit tenggorokan.
Faktor Pemicu
  • Infeksi bakteri, seperti jenis klamidia, gonore, streptococcus serta corynebacterium.
  • Adanya kondisi sakit lambung.
  • Paparan polusi dan asap rokok.
  • Adanya tumor yang tumbuh di bagian pita suara, tenggorokan, atau lidah.
Gejala Akibat Bakteri
  • Pembengkakan pada amandel.
  • Demam tinggi. (Baca juga: penyebab demam)
Gejala Akibat Virus
  • Pembesaran kelenjar yang ada di bagian leher.
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Nyeri bagian otot.
  • Sakit dibuat menelan/sakit tenggorokan.
  • Hidung mengeluarkan ingus.
  • Batuk
Pengobatan
Obat untuk faringitis secara medis biasanya adalah Penisilin G. Sesudah benar-benar dipastikan bahwa kita mengidap faringitis, obat tersebut akan diberikan. Dalam waktu 4-36 jam, obat akan bekerja dengan baik. Sedangkan untuk menurunkan panas demam dan rasa sakit, aspirin dan parasetamol dapat menjadi obatnya.
Pencegahan
  • Menghindari asap rokok maupun debu serta polusi.
  • Banyak istirahat.
  • Minum banyak air putih.


Sumber : https://halosehat.com/tips-kesehatan/kesehatan-paru-paru/gangguan-pada-sistem-pernapasan


Asma

1. Asma

Ini adalah salah satu gangguan sistem pernapasan yang cukup umum dan merupakan kondisi jangka panjang. Terjadinya asma diawali saat bronkus terserang peradangan. Bronkus sendiri adalah saluran pernapasan yang fungsinya supaya udara bisa keluar masuk dari paru-paru.
Faktor Pemicu
  • Alergen, seperti misalnya tungau debu, udara dingin, maupun bulu hewan.
  • Olahraga
  • Infeksi paru-paru.
  • Terkena serbuk sari atau asap rokok.
Gejala
  • Sesak nafas.
  • Mengi (khususnya saat kambuh).
  • Batuk-batuk
Pengobatan
Sebetulnya obat untuk asma belumlah ada hingga kini, namun perawatan untuk dapat mengendalikan asma selalu ditawarkan. Penanganan tersebut meliputi mencegah serangan asma serta meredakan gejalanya. Biasanya hal ini dilakukan dengan mengonsumsi sejumlah obat-obatan, menghindari faktor pemicu asma, serta menjalani pola hidup sehat dan benar.
Pencegahan
  • Mengetahui apa saja pemicu asma dan menghindarinya.
  • Mengetahui tanda-tanda serangan asma dan menanganinya dengan cepat.
  • Mengonsumsi obat asma yang sudah diresepkan dokter.
  • Vaksinasi pneumonia dan vaksinasi influenza supaya komplikasi asma bisa dicegah.

Sumber : https://halosehat.com/tips-kesehatan/kesehatan-paru-paru/gangguan-pada-sistem-pernapasan

Volume Pernapasan

Volume udara pernapasan 




Saluran pernapasan manusia terdiri atas hidung (nasal), tekak (faring), pangkal tenggorokan (laring),dan   cabang tenggorokan (bronkus), dan paru-paru. Pada hidung terjadi proses penyesuaian suhu dan kelembapan udara serta penyaringan kotoran yang ikut udara pernapasan. Pada tenggorokan terjadi penyaringan kotoran dan pengeluaran kotoran yang masuk bersama saat bernapas. Proses ini dilakukan oleh sel-sel bersilia yang melapisi bagian dalam trakea. Udara yang telah melalui trakea  selanjutnya masuk ke bronkus. Bronkus membawa udara ke dalam paru-paru. Dari bronkus, udara masuk lagi ke cabang bronkus yang lebih halus disebut bronkiolus.Udara dalam bronkiolus berakhir pada gelembung-gelembung halus disebut alveolus. Alveolus berfungsi sebagai tempat pertukaran udara (oksigen dan karbondioksida ) secara difusi.
          Volume udara pernapasan adalah jumlah udara pernapasan yang keluar masuk melalui sistem pernapasan. Volume udara pernapasan dapat dibedakan menjadi beberapa macam sebagai berikut:
1.     Volume tidal (tidal volume) adalah volume pernapasan biasa,besarnya kurang lebih 500 cc atau 500 mL.
2.    Volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume) atau udara komplementer adalah udara yang masih bisa dimasukkan secara maksimal setelah melakukan inspirasi biasa, besarnya kurang lebih 1.500 cc atau 1.500 mL.
3.    Volumecadangan ekspirasi (expiratory reserve volume) atau udara suplementer adalah udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah melakukan ekspirasi biasa, besarnya kurang lebih 1.500 cc atau 1.500 mL.
4.    Volume sisa/residu (residual volume) adalah volume udara yang masih tersisa di dalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi maksimal, besarnya kurang lebih 1.000 cc atau 1.000 mL
5.    Kapasitas vital (vital capacity) adalah volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi maksimal,besarnya kurang lebih 3.500 cc atau 3.500 mL. Kapasitas vital merupakan jumlah dari volume tidal ditambah volume cadangan inspirasi dan volume cadangan ekspirasi.
6.    Volume total paru-paru (total lung volume) adalah udara yang dapat ditampung diparu-paru semaksimal mungkin, besarnya kurang lebih 4.500 cc atau 4.500 mL. Volume total paru-paru merupakan jumlah dari volume sisa ditambah kapasitas vital.


Grafik Volume udara pernapasan
Sumber ; http://odiliamonica3.blogspot.com/2018/01/volume-udara-pernapasan-pada-manusia.html

Frekuensi Pernapasan


Frekuensi Pernapasan


Gerakan pemapasan diatur oleh pusat pemapasan yang terdapat di otak dan aktivitas saraf pemapasan terjadi karena adanya rangsangan dari kadar CO, dalam darah. Misalnya apabila kita menahan napas maka keinginan untuk bernapas semakin besar, hal ini disebabkan karena kadar CO, dalam darah semakin meningkat sehingga memacu saraf pemapasan untuk menyuruh pusat saraf pernapasan agar memerintahkan alat pemapasan untuk melakukan pemapasan.
Frekuensi Pernapasan
Pada umumnya manusia mampu bernapas 15-18 kali per menit. Akan tetapi cepat atau lambatnya bernapas pada setiap orang berbeda-beda.

Faktor-faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya bernapas (frekuensi pemapasan), yaitu:
  • Usia: semakin bertambah usia maka semakin rendah frekuensi pemapasannya. Hal ini berkaitan dengan makin berkurangnya jumlah energi yang dibutuhkan oleh tubuh.
  • Jenis kelamin; frekuensi pemapasan laki-laki lebih besar dari wanita. Hal ini karena laki-laki lebih banyak bergerak sehingga lebih banyak membutuhkan energi, kebutuhan O2 dan produksi CO2 lebih tinggi dari proses metabolismenya lebih tinggi dari wanita.
  • Aktivitas; orang yang sedang beraktivitas membutuhkan energi lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang sedang beristirahat. Oleh karena itu, frekuensi pemapasan orang yang sedang beraktivitas lebih besar dari orang yang sedang istirahat
  • Posisi tubuh; posisi tubuh mempengaruhi frekuensi pernapasan karena berkaitan dengan beban yang harus ditanggung oleh organ tubuh. Oleh karena itu, frekuensi pemapasan orang yang sedang berdiri lebih besar dari orang yang sedang duduk atau berbaring. Pada orang yang sedang berdiri, otot-otot kakinya akan berkontraksi untuk menghasilkan tenaga untuk menjaga tubuh tetap berdiri tegak. Kondisi seperti ini menyebabkan tubuh memerlukan banyak O2 dan menghasilkan banyak C02 hai inilah yang menyebabkan frekuensi pemapasannya semakin meningkat. 
  • Suhu tubuh; semakin tinggi suhu tubuh maka semakin besar frekuensi pemapasannya. Hal ini berkaitan dengan kecepatan metabolisme. Semakin tinggi suhu maka semakin cepat metabolismenya sehingga diperlukan peningkatan O2 yang masuk ke dalam tubuh dan pengeluaran CO2 dari tubuh.




Sumber : http://de-fairest.blogspot.com/2015/01/frekuensi-pernapasan.html

Mekanisme Pernapasan Manusia


Mekanisme Pernapasan Manusia

Bernapas merupakan aktivitas pokok dalam hidup manusia. Namun ternyata terdapat anggota tubuh lain yang diperlukan selain anggota tubuh dalam sistem pernapasan.do you know what it is? Yeah, it is otot.
Berdasarkan otot yang berperan dalam pernapasan, kegiatan bernapas dibagi 2, yaitu:
1. Pernapasan Dada
pernapasan perut
  • Otot yang digunakan yaitu otot antartulang  rusukluar dan otot antar tulang rusuk dalam.
  • Inspirasi
otot antartulang rusuk luar berkontraksi  -> tulang rusuk terangkat  -> volume rongga dada membesar  -> tekanan udara dalam rongga dada berkurang  -> udara bebas akan masuk ke paru-paru.
  • Ekspirasi
Otot antartulang rusuk berkontraksi  -> tulang rusuk dan tulang dada ke posisi semula  -> rongga dada mengecil  -> tekanan dalam rongga dada meningkat  -> udara dalam rongga paru-paru keluar.
2. Pernapasan Perut
pernapasan diafragma
  • Otot yang digunakan yaitu otot diafragma dan otot dinding rongga perut.
  • Inspirasi
Otot diafragma kontraksi  -> posisi diafragma mendatar  -> volume rongga dada membesar  -> tekanan udara dalam rongga dada mengecil  -> paru-paru mengembang  -> udara masuk ke paru-paru.
  • Ekspirasi
Otot diafragma relaksasi  -> otot dinding rongga perut kontraksi  -> rongga perut terdesak ke arah diafragma  -> diafragma cekung ke rongga dada  -> rongga dada mengecil  -> tekanan udara meningkat  -> udara dalam rongga paru-paru keluar tubuh.
Mekanisme Pertukaran Oksigen dan Karbondioksida
Berdasarkan proses terjadinya pernapasan, terdapat 2 mekanisme pertukaran gas, yaitu:
  • Pernapasan Eksternal
Yaitu proses pertukaran oksigen dan karbondioksida antara udara dan darah dalam paru-paru.
Proses difusi pelepasan CO2
Sel darah merah (eritrosit) masuk ke kapiler paru-paru dengan mengandung karbon dioksida dalam bentuk ion bikarbonat (HCO3) -> dengan bantuan enzim karbonat anhidrase, ion biharbonat menjadi karbondioksida (CO2) dan air (H2O) -> CO2 dan H2O.
Reaksi:
H+ + HCO3 ->  H2CO3  ->  H2O + CO2
Proses difusi pengikatan O2
Di saat yang sama, hemoglobin tereduksi (HHb) melepaskan ion hidrogen (H+) -> menjadi hemoglobin (Hb) -> mengikat oksigen (O2) -> oksihemoglobin (HbO2)
Reaksi:
Hb + O2 -> HbO2
  • Pernapasan Internal
Yaitu pertukaran gas yang berlangsung di dalam jaringan tubuh.
Proses ini terjadi setelah sel darah merah mengikat O2 membentuk oksihemoglobin (HbO2)
Reaksi yang terjadi yaitu:
HbO2 -> Hb + O2
Proses masuknya osigen ke dalam jaringan tubuh juga melalui proses difusi. Hal tersebut disebabkan adanya perbedaan konsentrasi oksigen dan karbondioksida antara darah dan jairngan. Karena konsentrasi oksigen dalam jaringan lebih rendah daripada di darah, maka oksigen dalam darah akan mengalir ke jaringan. Sebaliknya, karena konsentrasi karbon dioksida pada jaringan daripada di darah, maka karbon dioksida akan mengalir dari jaringan ke darah.
Sebagian karbon dioksida akan diikat oleh hemoglobin membentuk karboksi hemoglobin (HbCO2).
Reaksi:
CO2 + Hb -> HbCO2
Namun, sebagian besar karbondioksida masuk ke plasma darah, bereaksi dengan air membentuk asam karbonat (H2CO3).
Reaksi:
CO2 + H2O -> H2CO3
Asam karbonat tersebut akan dipecah kembali menjadi hidrogen (H+) dan HCO3 (ion bikarbonat) yang akan diproses untuk pengeluaran CO2 keluar tubuh dalam mekanisme pernapasan eksternal. Akan tetapi, ternyata tidak semua ion bikarbonat dieksresikan, melainkan 10% dari ion bikarbonat akan disimpan, tetap berada di dalam darah. Ion bikarbonat tersebut berfungsi sebagai buffer dan mempertahankan pH dalam tubuh.


Sumber : https://sciencebooth.com/2014/02/07/mekanisme-pernapasan-pada-manusia/

Organ Pernapasan Manusia

Struktur Organ Pernapasan Manusia dan Fungsinya

Organ Pernapasan Manusia

Manusia, hewan, dan tumbuhan melakukan pernapasan. Pada proses pernapasan dibutuhkan udara. Udara yang dibutuhkan pada proses pernapasan adalah udara yang mengandung oksigen.
Sistem Respirasi Pernafasan Manusis (Sumber Gambar)

Struktur Organ Pernapasan Manusia dan Fungsinya
 
Pernapasan adalah proses menghirup oksigen dan melepaskan karbondioksida. Oksigen dibutuhkan pada proses metabolisme tubuh. Metabolisme merupakan proses pemecahan zat-zat untuk menghasilkan energi. Karbondioksida merupakan sisa proses pernapasan yang harus dikeluarkan tubuh. Organ-organ penyusun pernapasan manusia, meliputi:

1. Hidung

Hidung adalah organ pernapasan terluar. Udara masuk ke dalam tubuh melalui hidung. Hidung menghirup udara dan menyaringnya agar bebas dari kotoran. Di dalam hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput
lendir. Selaput lendir terletak di dalam rongga hidung bagian depan. Selain sebagai jalan pernapasan, hidung sangat sensitif terhadap bau. Hidung berfungsi sebagai indra pembau. 

2. Laring (pangkal tenggorokan)

Laring merupakan organ pernapasan setelah hidung. Dalam laring terdapat jakun. Jakun pada pria terlihat menonjol, sedangkan pada wanita tidak terlihat jelas. Laring merupakan saluran pernapasan yang terdapat di tenggorokan.

3. Trakea (Batang tenggorokan)

Saat kamu bernapas, trakea terbuka sehingga udara dapat masuk. Di dalam trakea terdapat selaput lendir yang berambut getar. Selaput lendir berfungsi untuk mengeluarkan kotoran yang masuk bersama udara. Trakea bercabang dua, masing-masing cabang menuju ke paru-paru. Cabang trakea disebut bronkus. Bronkus akan bercabang lagi yang disebut bronkiolus. Pada ujung bronkiolus terdapat gelembung halus berisi udara yang disebut alveolus. Di dalam alveolus terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Bronkitis adalah penyakit yang menyerang bronkus.

4. Paru-paru

Paru-paru merupakan organ pernapasan yang terletak di dalam rongga dada. Tepatnya di atas diafragma. Diafragma adalah sekat antara rongga dada dengan rongga perut. Dua buah paru-paru dalam rongga dada dihubungkan dengan udara luar. Bagian yang menghubungkan dengan udara luar adalah batang tenggorok. Paruparu kamu berongga dan lembut seperti spons. Hal ini disebabkan karena banyaknya pipa dan kantung udara kecil. Di dalam paruparu juga terdapat banyak pembuluh darah. Fungsi pembuluh darah ini adalah untuk mengambil oksigen.

Proses pernapasan pada manusia dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:

a) Pernapasan dada
Merupakan pernapasan yang dibantu oleh otot-otot tulang rusuk. Skema pernapasan dada sebagai berikut:
1) Pada waktu menarik napas:
Udara dihirup -->  tulang rusuk terangkat --> rongga dada membesar.
2) Pada waktu melepaskan napas:
Tulang rusuk mengendur ke bawah --> rongga dada mengecil --> udara terlepas.

b) Pernapasan perut
Merupakan pernapasan yang dibantu oleh otot-otot sekat rongga dada atau diafragma. Skema pernapasan perut sebagai berikut:
1) Pada waktu menarik napas:
Udara dihirup -->  rongga dada membesar --> isi rongga perut tertekan --> tekanan dalam rongga dada mengecil (inspirasi).
2) Pada waktu melepaskan napas:
Otot tulang rusuk mengendur --> otot perut mengendur menekan diafragma --> rongga dada mengecil --> udara terlepas (ekspirasi).
Skema proses pernapasan sebagai berikut.
Menarik napas --menghirup--> O2 hidung dan tenggorokan --udara--> paru-paru --oksigen diikat--> alveolus --dilepaskan--> CO2 --melalui--> tenggorokan --> hidung.




Sumber : http://asakata.blogspot.com/2015/09/struktur-organ-pernapasan-manusia-dan.html

Mengukur Kecepatan Bunyi

Cepat rambat bunyi   dapat diukur dengan metode resonansi. Mengukur  cepat rambat gelombang bunyi  dapat dilakukan dengan metode resonansi...